Alasan Kaki Bau Tidak Sedap

fahma

0 Comment

Link
Artikel kali ini sangat penting karena membahas mengenai beberapa penyebab dan alasan kaki bau tidak sedap yang harus Anda perhatikan.

Alasan Kaki Bau – Tubuh manusia bagaikan potpourri, kumpulan aroma lembut yang dengan sedikit perawatan dan sering terpapar, kita akan terbiasa seiring waktu.

Baunya memang ada, tetapi tidak mengganggu. Namun, jika aromanya tidak seimbang, hasilnya bisa mengganggu. Kaki kita adalah penyebab umum bau kaki. Istilah medis untuk bau kaki adalah “bromodosis”.

Apakah Semua Kaki Bau?

Semua kaki pasti akan berbau. Hal ini tak terelakkan. Rata-rata kaki mengandung lebih dari 250.000 kelenjar keringat. Dan seperti bagian tubuh lainnya, kaki dipenuhi bakteri.

Bau kaki dan infeksi terjadi ketika bakteri yang hidup di kulit dan sepatu Anda memakan keringat Anda. Ini menghasilkan produk sampingan asam yang berbau seperti cuka.

Bau cuka memang umum, tetapi bau kaki juga bisa berbau seperti keju, kubis, telur busuk, pemutih, dan lainnya.

Bakteri, jamur, dan semua serangga kecil yang menggemaskan menyukai panas, lembap, dan gelap, dan bagian dalam sepatu Anda adalah tempat terbaik untuk hal itu terjadi.

Jadi, ya, kaki Anda memang terkadang berbau tak sedap. Tapi tidak semua kaki berbau tak sedap. Beberapa keadaan yang dapat meningkatkan risiko bau kaki.

Alasan Kaki Bau Tidak Sedap

Penasaran mengapa kaki Anda memiliki aroma yang kurang sedap? Ada banyak kemungkinan penyebabnya. Di antaranya:

1. Berkeringat

Kaki yang berkeringat menciptakan lingkungan yang sempurna bagi aroma untuk berkembang biak. Dan seberapa banyak Anda berkeringat bergantung pada berbagai faktor, seperti:

– Cuaca

– Seberapa sering (dan intens) Anda berolahraga

– Pilihan alas kaki Anda

– Genetika

– Usia dan jenis kelamin Anda

– Perubahan hormon akibat pubertas, kehamilan, menopause, dan lainnya

– Kesehatan secara keseluruhan

– Tingkat stres

Jika Anda tampak banyak berkeringat terlepas dari keadaannya, Anda mungkin memiliki kondisi yang memengaruhi kelenjar keringat Anda yang disebut hiperhidrosis.

Jika Anda merasa demikian, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Mereka dapat menentukan penyebab keringat berlebih dan cara terbaik untuk mengatasinya.

2. Infeksi Jamur

Kondisi jamur menular seperti kutu air (tinea pedis) dapat membuat kaki Anda bau. Baunya tergantung pada infeksi itu sendiri dan kondisi pribadi Anda.

Namun, konsensus umum adalah infeksi jamur membuat kaki Anda berbau busuk, seperti keju, atau seperti ragi. Beberapa infeksi jamur dapat diobati dengan obat bebas.

Lainnya memerlukan obat resep. Anda sebaiknya tidak menunggu terlalu lama untuk memeriksakan kaki Anda. Anda kemungkinan besar terkena infeksi jamur di tempat umum yang hangat dan lembap, seperti ruang ganti.

Untuk menghindarinya, jangan pernah berbagi sepatu atau kaus kaki dengan siapa pun dan kenakan sandal di area umum seperti pusat kebugaran, kolam renang, atau sauna, tempat orang lain mungkin berjalan tanpa alas kaki.

3. Infeksi Bakteri

Kaki kita bekerja sangat keras. Dan bukan hal yang aneh jika kita melukainya dalam prosesnya. Lepuh, kuku kaki yang tumbuh ke dalam, dan luka gores hanyalah beberapa luka kaki umum yang dapat terinfeksi.

Baunya tergantung pada infeksi yang Anda alami. Staph cenderung berbau seperti keju atau ragi, sementara pitted keratolysis lebih cenderung berbau busuk dan berbau belerang.

Jika Anda melihat salah satu dari kondisi ini, hubungi dokter podiatri setempat untuk mendapatkan perawatan.

4. Masalah Sepatu

Kaki Anda hanya akan berbau segar jika sepatu (dan kaus kaki) yang Anda kenakan juga segar. Semakin terbuka dan bersirkulasi udara pada desainnya, semakin kecil kemungkinan sepatu Anda memerangkap keringat.

Anda dapat menjaga kaki tetap kering dengan memilih kaus kaki yang terbuat dari katun, wol yang menyerap kelembapan, atau sintetis yang menyerap kelembapan.

Dan pilihlah sepatu yang terbuat dari bahan alami, seperti katun atau kulit. Bahan-bahan alami ini memungkinkan kelembapan di kaki Anda menguap.

Bahan buatan, seperti nilon atau plastik, memerangkap kelembapan. Jika Anda memakai sepatu yang sama setiap hari, sepatu tersebut mungkin tidak mendapatkan waktu yang dibutuhkan untuk mengering.

Dan semakin lama Anda memakai sepasang sepatu, semakin banyak keringat dan bakteri yang akan terkumpul.

Bahkan memiliki dua pasang sepatu yang Anda ganti setiap hari (dan bersihkan secara teratur) dapat membantu mengurangi penumpukan kotoran.

5. Masalah Kebersihan

Jika kaki Anda masih berbau setelah dibersihkan secara menyeluruh di kamar mandi, itu pertanda Anda mengalami masalah medis.

Tetapi jika kaki Anda berbau baik-baik saja setelah mandi dan tidak ada penyebab lain yang kami sebutkan yang sesuai, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali rutinitas kebersihan pribadi Anda.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter

Jika Anda tampaknya tidak dapat mengatasi masalah bau dan sudah waktunya untuk mencari pertolongan, mintalah resep obat yang dirancang untuk mengatasi kelembapan kaki kepada dokter Anda. (Fahma Ardiana)

Share:

Related Post

Tinggalkan komentar