Cara Mengonsumsi Durian – Durian tergolong buah yang mengandung beragam vitamin dan mineral, serta sumber karbohidrat.
Jika Anda ingin menikmati manfaat dan nilai gizi durian, sebaiknya jangan mengonsumsi lebih dari 2 buah ukuran sedang per hari (sekitar 80 gram).
Hindari mengonsumsinya terlalu sering, dan kurangi 1 porsi nasi, tepung, dan penganan manis dalam sajian durian Anda.
Namun, jika Anda sangat menyukai durian dan mengonsumsi sekitar 2-3 ruas atau 4-6 buah, tubuh Anda akan menerima hingga 520 – 780 kilokalori, setara dengan 2 kali makan utama.
Berbagai varietas durian memberikan tingkat energi yang berbeda per 100 gram, seperti Durian Batang Panjang yang menyediakan 181 kilokalori.
Selain itu ada Durian Tandan 157 kilokalori, Durian Bantal Emas 156 kilokalori, Durian Chanee 139 kilokalori, dan Durian Kancing yang menyediakan 129 kilokalori.
Untuk durian tumbuk, akan memberikan lebih banyak energi, yaitu 340 kilokalori. Selain itu, Anda harus berolahraga secara teratur setidaknya 30 menit, 5 hari seminggu, untuk membakar kelebihan energi.
7 Cara Mengonsumsi Durian dengan Aman Tanpa Membahayakan Kesehatan Anda

Dibawah ini adalah berbagai cara mengonsumsi durian dengan aman tanpa membahayakan Kesehatan yang bisa Anda praktekan.
1. Konsumsi dalam Jumlah Sedang
Konsumsilah dalam jumlah sedang, jangan melebihi 1 ruas atau 2 buah per hari, karena dapat menyebabkan panas dalam, sakit tenggorokan, atau penambahan berat badan.
2. Konsumsi Durian Segar
Konsumsilah durian segar, dan pilihlah durian yang tidak terlalu matang. Semakin matang buahnya, semakin manis rasanya, dan semakin banyak kandungan pati dan gulanya.
3. Hindari Makan Durian Sebelum Tidur
Konsumsilah durian di pagi atau siang hari, dan hindari memakannya sebelum tidur. Menjelang tidur, tubuh Anda tidak akan menggunakan banyak energi.
Memakan durian, buah berkalori tinggi, akan semakin menyebabkan penumpukan lemak di dalam tubuh karena tubuh tidak membakar semua energi.
Jadi, untuk menghindari konsumsi energi berlebih di malam hari, makanlah durian di pagi dan sore hari agar tubuh dapat membakar energi tepat waktu.
4. Jangan Konsumsi Durian dengan Makanan Berenergi Tinggi

Jika Anda makan durian, kurangi jumlah pati dan gula dalam makanan lain. Jangan mengonsumsinya dengan makanan berenergi tinggi seperti beras ketan dengan santan, karena akan semakin meningkatkan kalori.
Selain itu jangan dikonsumsi dengan alkohol atau soda, karena durian merupakan makanan yang tinggi lemak dan karbohidrat. Minuman beralkohol juga memberikan energi yang tinggi.
Saat mengonsumsi durian dengan alkohol, tubuh menerima terlalu banyak energi, yang menyebabkan kadar gula darah meningkat pesat. Hal ini menyebabkan peningkatan proses pembuangan limbah.
5. Minum Banyak Air Putih Setelah Makan Durian
Minum banyak air putih dapat membantu mendinginkan tubuh setelah makan durian, atau makan durian dengan manggis dapat menurunkan panas.
6. Olahraga

Mengetahui bahwa makan durian dapat dengan mudah menyebabkan kenaikan berat badan, disarankan untuk meluangkan waktu berolahraga setelah makan untuk membantu membakar energi, sehingga tidak ada yang disimpan sebagai lemak.
Jika dilakukan bersamaan dengan membatasi makan, hal ini dapat membantu mengendalikan berat badan selama musim durian.
7. Jika Anda Memiliki Penyakit Kronis, Makanlah Sesedikit Mungkin
Orang dengan penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, harus berhati-hati dalam mengonsumsi makanan.
Disarankan untuk tidak makan lebih dari satu biji kecil per hari atau berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Mereka boleh mengonsumsinya, tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit dan tidak terlalu sering. Mengonsumsi durian terlalu banyak atau terlalu sering dapat memengaruhi kadar gula darah dan lemak.
Selain itu, asam sulfat dalam durian dapat mengurangi enzim yang berperan dalam membuang racun dari metabolisme.
Jika terdapat masalah kesehatan atau penyakit kronis, gejala seperti wajah merah, mati rasa, pusing, dan muntah dapat terjadi.
Selain itu, jika tidak segera dibawa ke rumah sakit, kondisi ini bisa berakibat fatal. (Fahma Ardiana)






Tinggalkan komentar