Manfaat Membaca Komik yang Akan Membuat Anda Tertarik

fahma

0 Comment

Link
Artikel kali ini akan memberikan informasi mengenai beberapa manfaat membaca komik yang akan membuat Anda tertarik.

Manfaat Membaca Komik – Bagi sebagian orang, kata “nerd” mungkin mengingatkan kita pada remaja laki-laki kurus berkawat gigi dan berkacamata. Dulu, seorang nerd dianggap sebagai orang buangan sosial.

Yaitu orang yang tidak pernah berbicara dengan perempuan, berprestasi di kelas sains, dan rajin membaca komik. Nah, saya punya kabar untuk Anda, bahwa nerd sudah tidak ada lagi.

Anak laki-laki buangan telah belajar bahwa ada juga perempuan buangan. Bahwa menjadi pandai sains bukan lagi sesuatu yang memalukan, dan bahwa membaca komik adalah sesuatu yang bisa dinikmati semua orang.

Namun, tidak semua orang menyukai komik dan novel grafis. Beberapa orang tidak menganggap komik seserius buku lainnya, dan kebanyakan orang tidak menyadari manfaat membaca mahakarya visual ini.

Manfaat Membaca Komik yang Akan Membuat Anda Tertarik

Jadi, apa saja manfaat membaca komik?

1. Buku Komik Membantu Orang Belajar Mencintai Membaca

Banyak orang, terutama pembaca muda yang kesulitan meningkatkan keterampilan membaca mereka, dapat memperoleh manfaat dari format visual buku komik dan novel grafis.

Dengan visual yang intens dan fokus pada plot dan karakter, buku komik bisa jauh lebih menarik daripada media sastra lainnya, seperti novel atau cerita pendek.

Buku komik juga dapat membantu orang mengembangkan keterampilan membaca yang dibutuhkan untuk memahami teks dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Ketika orang membaca buku komik, mereka belajar cara memproses informasi secara berbeda, seperti yang akan kita bahas di bagian selanjutnya.

Lebih lanjut, buku komik dan novel grafis dapat membantu orang mempelajari informasi yang mungkin mereka anggap membosankan, seperti cerita sejarah atau informasi pendidikan lainnya.

2. Buku Komik Membantu Kita Berpikir Berbeda

Menurut profesor bahasa Inggris di University of Windsor, Dale Jacobs (2007), buku komik mengharuskan pembaca untuk menciptakan makna menggunakan “berbagai modalitas.”

Pembaca komik harus memproses semua komponen yang berbeda—visual, spasial, dan tekstual.

Dari apa yang mereka baca dan mengintegrasikan komponen-komponen ini menjadi satu pemahaman yang solid tentang cerita tersebut.

Ini berarti, meskipun komik mungkin menarik bagi pembaca karena alasan yang sama seperti mereka tertarik pada bentuk hiburan lain.

Seperti televisi dan gim video, membaca komik sebenarnya melibatkan pemrosesan yang jauh lebih kompleks.

Tetapi jelas bahwa genre ini memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar “melihat gambar,” seperti yang diyakini beberapa kritikus komik.

3. Cerita Mungkin Baik untuk Otak Anda

Tidak diragukan lagi Anda pernah diberitahu bahwa membaca itu baik untuk Anda. Saat tumbuh dewasa, Anda mungkin diberitahu bahwa semakin banyak Anda membaca, semakin baik kemampuan membaca Anda.

Namun, jika Anda tidak tertarik menjadi pembaca yang baik sejak awal, hal ini sebenarnya tidak akan mendorong Anda untuk membaca lebih banyak.

Tetapi bagaimana jika membaca bermanfaat lebih dari sekadar meningkatkan kemampuan membaca itu sendiri?

Penelitian neurosains oleh Berns, Blaine, Prietula, dan Pye (2013) menunjukkan bahwa membaca cerita sebenarnya memiliki efek yang nyata pada fungsi otak.

Cerita sebenarnya dapat mengubah cara otak kita berfungsi dan cara kita berpikir. Coba tebak, media apa yang lebih berbasis cerita daripada buku komik?

4. Buku Komik Lebih dari Sekadar Cerita Superhero

Oke, mungkin Anda tidak menyukai superhero. Wajar saja. Tapi tahukah Anda bahwa Anda juga bisa membaca buku komik dan novel grafis tentang banyak topik lain?

Ada banyak sekali buku komik di luar sana yang tidak menampilkan penjahat jahat atau tong sampah beracun, seperti seri Scott Pilgrim, The Walking Dead, The Sandman, dan masih banyak lagi.

Ada juga banyak novel grafis dan buku nonfiksi grafis yang bagus di luar sana, seperti autobiografi Alison Bechdel, Fun Home; Persepolis karya Marjane Satrapi; dan masih banyak lagi.

Banyak dari cerita-cerita ini, seperti buku-buku favorit Anda, mengeksplorasi tema dan perasaan yang berat.

Anda mungkin tidak akan menyukai semua yang Anda temui, tetapi sekali lagi, Anda juga tidak menyukai semua buku yang ada di luar sana.

Anda hanya perlu menjelajah dan menemukan apa yang tepat untuk Anda! (Fahma Ardiana)

Share:

Related Post

Tinggalkan komentar