Risiko Kesehatan Akibat Kekurangan Berat Badan

fahma

0 Comment

Link
Artikel kali ini membahas mengenai beberapa dampak atau risiko kesehatan akibat kekurangan berat badan yang harus diperhatikan.

Risiko Kesehatan – Dalam percakapan tentang kesehatan, berat badan seringkali menjadi pusat perhatian, tetapi sebagian besar hanya di salah satu ujung skala.

Meskipun obesitas telah lama dianggap sebagai masalah utama, kekurangan berat badan bisa sama berbahayanya, bahkan mungkin lebih berbahaya.

Selain itu kekurangan berat badan didefinisikan sebagai memiliki Indeks Massa Tubuh (BMI) di bawah 18,5 kg/m².

Kekurangan berat badan dapat menandakan ketidakseimbangan nutrisi dan kurangnya cadangan tubuh yang dapat mengganggu hampir setiap sistem dalam tubuh.

Terlalu kurus, dalam beberapa kasus, dapat meningkatkan risiko kematian dini lebih daripada kelebihan berat badan.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita mengalihkan fokus dari sekadar ‘menurunkan berat badan’ ke menjaga keseimbangan.

Memahami Kekurangan Berat Badan

Body mass index vector illustration from underweight to extremely obese. Man silhouettes with different obesity degrees. Male body with different weight.

BMI, yang dihitung sebagai berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m²), membantu memperkirakan apakah berat badan Anda berada dalam kisaran yang sehat.

– Kurang berat badan: < 18,5 kg/m²

– Berat badan normal: 18,5 hingga 24,9 kg/m²

Meskipun BMI telah terbukti memiliki keterbatasan, nilai yang terus-menerus rendah sering menunjukkan kekurangan gizi, penyakit kronis, atau malabsorpsi.

Risiko Kesehatan Akibat Kurang Berat Badan

Kurang berat badan dapat disebabkan oleh asupan makanan yang tidak memadai, gangguan metabolisme, olahraga berlebihan, atau kehilangan nafsu makan akibat stres.

1. Kekebalan Tubuh Lemah dan Kekurangan Nutrisi

Berat badan rendah sering berarti cadangan nutrisi penting yang rendah seperti protein, zat besi, seng, dan vitamin A dan D.

Hal ini melemahkan kekebalan tubuh, membuat tubuh rentan terhadap infeksi dan pemulihan yang lambat.

Selain itu sering pilek, rambut rontok, dan kelelahan dapat menjadi tanda-tanda awal kekurangan nutrisi.

2. Kehilangan Massa Tulang dan Kelemahan Otot

Kurang berat badan meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang karena penurunan kepadatan tulang.

Massa otot yang rendah juga menurunkan kekuatan dan keseimbangan, meningkatkan kemungkinan cedera.

selain itu wanita dengan BMI di bawah 18,5 memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap kondisi terkait tulang di kemudian hari.

3. Komplikasi Jantung dan Pemulihan

Bertentangan dengan kepercayaan umum, individu yang kekurangan berat badan tidak kebal terhadap masalah jantung.

Sebuah studi tahun 2022, yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association, menunjukkan bahwa mereka mungkin menghadapi risiko gagal jantung yang lebih tinggi karena nutrisi yang buruk dan kehilangan massa otot.

Selain itu, mereka yang memiliki BMI rendah cenderung pulih lebih lambat dari operasi dan penyakit karena cadangan energi yang terbatas.

4. Kesuburan dan Ketidakseimbangan Hormon

Berat badan yang sangat rendah dapat mengganggu hormon yang mengatur menstruasi dan kesuburan.

Selain itu wanita mungkin mengalami menstruasi yang tidak teratur atau terlewat, sementara pria mungkin menghadapi penurunan kadar testosteron dan kualitas sperma yang rendah.

Bagi wanita hamil, kekurangan berat badan meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan rendah.

Mengapa Hal Ini Terjadi

Bahaya kekurangan berat badan berasal dari berkurangnya cadangan nutrisi, gangguan hormonal, dan ketersediaan energi yang buruk.

Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup bahan bakar, tubuh mulai memecah ototnya sendiri untuk energi.

Selain itu kadar lemak rendah juga mengganggu produksi hormon, yang berdampak pada kesehatan reproduksi dan tulang.

Kapan Harus Mencari Bantuan

Penting untuk mendapatkan saran profesional jika:

– Indeks Massa Tubuh (BMI) Anda secara konsisten di bawah 18,5

– Anda mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

– Jika Anda sering merasa lelah atau mudah sakit

– Anda mengalami penipisan rambut, kuku rapuh, atau menstruasi tidak teratur

Selain itu kekurangan berat badan yang terus-menerus dapat menjadi gejala masalah medis atau psikologis yang lebih dalam.

Mulai dari gangguan tiroid hingga gangguan makan, dan memerlukan penilaian lengkap.

Tips Menambah Berat Badan Secara Sehat

1. Fokus pada makanan kaya nutrisi

2. Makanlah secara teratur

3. Tambahkan latihan kekuatan

4. Pantau kemajuan dengan aman

5. Periksa penyebab yang mendasarinya

Selain itu kekurangan berat badan bukanlah tanda kesehatan yang baik; itu adalah tanda peringatan.

Mulai dari penurunan kekebalan tubuh hingga masalah kesuburan dan tulang, hal ini menimbulkan risiko yang dapat secara diam-diam mengikis kesejahteraan jangka panjang.

Menjaga BMI yang sehat bukan hanya soal estetika; ini tentang memastikan tubuh Anda memiliki cukup bahan bakar, nutrisi, dan kekuatan untuk berfungsi secara optimal. (Fahma Ardiana)

Share:

Related Post

Tinggalkan komentar